Facebook Twitter RSS Feed

kutukan menara Babel

It has been awhile since I wrote anything in Bahasa. It feels funny. The last time I wrote a proper one was perhaps during senior high school.

Pengaruh buku itu ajaib. Paling tidak itulah salah satu alasan kenapa sajak/puisi dan tulisan bebas ini terbentuk. Disaat semua orang berlomba mendapatkan ilham dari tulisan-tulisan asing, anehnya bagiku semuanya diawali dari sebuah cerita manis Perahu Kertas, yang kemudian mengantarkanku untuk melanjutkan tetralogi Laskar Pelangi dan disanalah kudapat pelajaran bermakna dari tulisan seorang Andrea Hirata. Identitasku seperti ada yang terlengkapi, meskipun prosesnya tak mudah karena gengsi: budaya dan kesenian luar yang semakin dianggap orang lebih baik secara absolut daripada milik bangsa sendiri. Tapi paling tidak sekarang aku mendapatkan sedikit penyeimbangan, dan ini seperti angin segar di tengah penatnya kehidupan perkuliahan tahun ini. Ini cukup menyenangkan. 

Mungkin pada akhirnya pun kita harus jujur pada diri sendiri.

Dan inilah yang kutulis:
"Mereka berlari, berpeluh, dan berteriak, seakan telah mumpunilah mereka dengan apa yang mereka lakukan.
Namun hati mereka tetap bergelimang, menanti nasib yang tak jelas datangnya, yang walau ditunggu tak kunjung jua menampakkan wujudnya, yang ditangisi pun tetap tegar membujur kaku.
Kesenangan mereka semu, datangnya hanya sesaat, semalam menghilang, seminggu terlupa, setahun apalagi.
Berkejaran tanpa arah, mereka tersesat dalam mimpi orang lain.
Dan itu miris."


Catatan tambahan: 
Negara ini memang bobrok disana-sini, celanya mengakar kemana-mana. Yang kurang ilmu mengikut saja induk semangnya. Tak heran mereka dijajah selama berabad-abad. Kalaupun sedikit lebih pandai, tak sedikit yang tingkahnya seperti binatang liar, buas dan tak beradab. Menabur benih di pagi hari, berharap menuai di sore hari. Kesenangannya dipuaskan dunia, sengsaranya diadukan ke surga. Persis seperti orang salah asuhan, dipuji tak sepantasnya dicerca tak semestinya. Dan... ini kasihan. Negara yang bisa menjadi besar, namun untuk sementara ini, waktu belum menakdirkannya.

0 comments:

Post a Comment